BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus menunjukkan tren positif saat angkutan Lebaran 2026. Baik saat arus mudik maupun arus balik.
Selain didominasi rute tujuan Jakarta, trafik penumpang juga dikuasai oleh kelompok maskapai berbiaya rendah (low cost carrier).
Berdasarkan data kumulatif 13-26 Maret 2026, rute Batam-Jakarta (CGK) masih menjadi yang paling sibuk dengan 236 penerbangan dan 39.763 penumpang. Tingginya angka ini menegaskan posisi Jakarta sebagai hub utama penerbangan domestik.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, mengatakan tren peningkatan ini sudah terlihat sejak pertengahan Maret dan terus bergerak naik.
“Tren ini sudah terlihat sejak pertengahan Maret dan terus meningkat seiring mendekatnya Lebaran,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Selain Jakarta, destinasi favorit lainnya adalah Pekanbaru 14.295 penumpang, Kualanamu/Medan 14.024 penumpang, Palembang 9.010 penumpang, Surabaya 7.887 penumpang, dan Padang/Makassar 7.814 penumpang.
Dari sisi maskapai, data menunjukkan dominasi kuat grup Lion Air. Maskapai dengan kode JT memimpin dengan pangsa pasar 35 persen atau sekitar 72.564 penumpang.
Di posisi kedua, maskapai berkode QG (Citilink) menguasai 27 persen dengan 56.394 penumpang, disusul IU (Super Air Jet) sebesar 24 persen dengan 49.587 penumpang.
Sementara itu, maskapai full service seperti GA (Garuda Indonesia) hanya mencatat 5 persen pangsa pasar dengan 10.067 penumpang, dan ID (Batik Air) sebesar 4 persen atau 8.996 penumpang.
Anton menjelaskan dominasi maskapai low cost carrier menjadi faktor utama tingginya mobilitas masyarakat.
“Maskapai dengan tarif kompetitif memang menjadi pilihan utama masyarakat, terutama pada periode mudik seperti sekarang,” jelasnya.
Menariknya, hampir seluruh maskapai mencatat tingkat keterisian kursi (load factor) tinggi, rata-rata di kisaran 83–85 persen, bahkan mencapai 85 persen pada beberapa maskapai utama.
Hal ini menunjukkan tingginya demand terhadap transportasi udara dari dan menuju Batam.
Menurut Anton, kondisi ini juga berdampak pada bertambahnya frekuensi penerbangan, termasuk pengajuan extra flight oleh maskapai.
“Kami melihat maskapai menambah kapasitas untuk mengakomodasi lonjakan penumpang,” katanya.
Secara keseluruhan, pergerakan penumpang Bandara Hang Nadim memang mengalami peningkatan signifikan.
Pada periode 13-23 Maret 2026 saja, jumlah penumpang sudah mencapai 169.346 orang, tumbuh 9,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Bandara juga mencatat kenaikan pergerakan pesawat sebesar 10,5 persen, menandakan adanya penambahan frekuensi penerbangan oleh maskapai.
Menghadapi puncak arus mudik dan arus balik, manajemen bandara telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penguatan layanan terminal hingga koordinasi intensif dengan maskapai.
“Kami mengoptimalkan seluruh fasilitas dan layanan agar arus penumpang tetap lancar, aman, dan nyaman,” ujar Anton.
Dengan tren positif ini, Bandara Hang Nadim Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu simpul transportasi udara tersibuk di wilayah barat Indonesia selama periode Lebaran 2026. (uly)









