Thursday, February 26, 2026
HomeBatamWali Murid Keluhkan Menu MBG Saat Ramadan di Batam

Wali Murid Keluhkan Menu MBG Saat Ramadan di Batam

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sejumlah orangtua tampak mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dimomen bulan suci Ramadan. Terutama di Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di hari pertama sekolah pada bulan Ramadan, Senin (23/2/2026), anak-anak justru membawa pulang bingkisan yang lebih mirip “snack ulang tahun” anak-anak. Kekecewaan ini meledak setelah foto-foto paket MBG beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp.

Paket yang seharusnya bernilai Rp15.000 itu terpantau hanya berisi:
– 3 butir kurma
– 1 keping biskuit Roma
– 1 roti biskuit
– 1 potong jagung rebus

Seorang wali murid, Nurjannah menilai menu tersebut sangat jauh dari standar gizi yang digembar-gemborkan pemerintah.

“Pas nengok menunya, kok cuma seperti ini? Ini sih cemilan, bukan makan bergizi! Kalau dihitung-hitung, paling cuma Rp6 ribuan harganya. Mending kasih uangnya Rp15 ribu ke kami, biar kami masak sendiri di rumah lebih jelas gizinya,” cetus Nurjanah.

Isu ini ternyata bukan barang baru bagi pihak sekolah. Humas sekolah, Yuli Arni, membenarkan bahwa kualitas menu tersebut memang bermasalah. Ironisnya, keluhan dari pihak sekolah selama ini seolah hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan pihak penyelenggara (SPPG).

BACA JUGA:   DPC Alfi Batam Gelar Diskusi Akhir Tahun Tentang Logistik HUB Udara dan Laut

“Kami sudah sering protes, tapi tidak ditanggapi dan tidak ada perubahan. Kasihan anak-anak, banyak makanan yang akhirnya terbuang dan mubazir karena tidak layak disebut makan bergizi,” kata Yuli dengan nada kecewa.

Ketimpangan antara anggaran yang dialokasikan dengan realitas di lapangan menjadi sorotan utama. Masyarakat kini mulai mempertanyakan ke mana sisa anggaran tersebut mengalir jika yang sampai ke tangan siswa hanyalah sepotong jagung dan biskuit kemasan.

Di tengah kewajiban menjalankan ibadah puasa, nutrisi siswa seharusnya menjadi prioritas utama, bukan malah dijadikan ajang “hemat anggaran” oleh oknum penyedia jasa.

Hingga saat ini, media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak penyelenggara MBG terkait terkait dugaan “sunat menu” yang menuai kemarahan publik di Tanjung Uma ini. (uly)

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER