BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau atau BI Kepri menggelar Opening QRIS Jelajah Budaya Indonesia Kepulauan Riau di Halaman Kantor BI Kepri Batam Center, Sabtu (23/8/2025) sekira pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini diikuti 22 tim dengan total peerta mencapai 66 orang.
Kegiatan ini digelar selama empat hari. Yakni Sabtu hingga Minggu (23-24/8/2025) dan Sabtu hingga Minggu (30-31/8/2025) mendatang.
Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Husni Naparin menuturkan hari ini pelepasannya di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kepri, titik pertamanya di One Batam Mall di acara Gebyar Melayu Pesisir (GMP) dan Kawasan Nagoya. Minggu depan di Kawasan Harbourbay dan Pelabuhan Batam Centre.
“Ada yang dampingi orang BI juga,” katanya.
Diakuinya agenda tersebut merupakan kegiatan interaktif yang menggabungkan pemanfaatan teknologi dan kekayaan budaya nusantara. Setelah lomba, mereka bisa mengedukasi penggunaan QRIS di kalangan masyarakat.
Dimana nantinya, lanjutnya, para peserta ini akan menyelesaikan beragam misi-misi yang sudah ditentukan dan harus dilaksanakan.
“Para peserta ini, nantinya akan melakukan sosialisasi hingga edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan akselerasi penggunaan QRIS di Kepri,” katanya.
Ditempat yang sama, Kepala BI Kepri Rony Widijarto mengatakan kompetisi QRIS Jelajah Indonesia ini berlangsung di 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha lokal.
“Melalui QRIS Jelajah Indonesia ini, BI Kepri ingin meningkatkan literasi dan edukasi penggunaan QRIS di masyarakat. Namun, pendekatannya tidak hanya dari sisi edukasi digital, tetapi juga dikolaborasikan dengan budaya lokal agar lebih dekat dan melekat di hati masyarakat,” katanya.
Rangkaian kegiatan QRIS Jelajah Indonesia ini juga meliputi lomba-lomba bernuansa budaya hingga berbagai aktivitas yang memadukan edukasi keuangan digital dengan kearifan lokal.
“Harapan kedepannya, QRIS tidak sekadar menjadi alat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam bertransaksi sehari-hari,” tegasnya.
Rony juga menyampaikan bahwa perkembangan QRIS di Provinsi Kepri menunjukkan tren positif. Dimana pada 2024 lalu, tercatat ada 33 juta Volume Transaksi dengan nilai mencapai Rp5,20 Triliun.
“Namun di tahun 2025 (hingga Juli) jumlahnya mengalami peningkatan cukup signifikan. Dengan volume transaksi mencapai 4 Juta dengan nilainya sudah mencapai Rp5 Triliunan. Semoga saja pada akhir tahun 2025 nanti, jumlahnya bisa mencapai target 50 juta volume transaksi,” tegasnya.
Ia menambahkan dari waktu ke waktu progresnya sangat baik. Merchant pengguna QRIS terus bertambah, dan masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.
“Ini menunjukkan bahwa QRIS sudah diterima luas,” katanya. (uly)







