BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Penerapan visa kunjungan saat kedatangan atau Visa on Arrival (VOA) khusus pintu masuk imigrasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai berlaku Juli 2024. Regulasi itu ditujukan kepada ekspatriat yang tinggal di Singapura dan kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri.
Meliputi skema VoA untuk 30 hari dengan tarif Rp 500 ribu dan short term visa yang berlaku 7 hari dengan tarif dengan Rp100 ribu. Hal ini yang diharapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.
“Karena ini sudah memasuki fase akhir, maka kita bisa harapkan dalam waktu yang singkat bisa ditandangani oleh Presiden,” kata Sandiaga saat berada di Kota Batam, Sabtu (29/7/2024).
Ia menyampaikan penerapan VOA akan dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) sesuai dengan rancangan yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.
“Jadi nanti hasil akhirnya yang kita harapkan, untuk short term visa yang diajukan daerah itu sekitar 10 dolar AS itu juga sebagai rancangan untuk itu. Seandainya yang visa ini tidak dipertimbangkan. Maka rancangan kedua yang menjadi opsi,” katanya.
Terkait target kunjungan wisman yang diberikan untuk Kepri, Sandiaga menyampaikan pihaknya telah memberikan relaksasi dengan menurunkan target wisman yang sebelumnya 3 juta kunjungan, menjadi 1,8 juta hingga 2,1 juta kunjungan ke Kepri.
“Awal tahun tadinya 3 juta kunjungan tapi per April baru tercapai 400 ribu. Maka akan kita sesuaikan 30-40 persen dibawah dari target awal yang kita sampaikan,” kata Sandiaga.
Sementara itu, Gubenur Kepri Ansar Ahmad mengatakan dengan adanya penerapan kebijakan VoA bagi Kepri, menjadi salah satu langkah bagi pemda setempat agar dapat mencapai target yang telah ditetapkan olen pemerintah pusat.
“Kita harapkan ini menjadi pemicu semangat dalam mengejar target wisman dan merangsang pelaku investasi agar untuk berkunjung ke Kepri,” kata Ansar.
“Target wisman yang dikurangi itu memang pengajuan dari kami, karena kami merasa dengan capaian hingga April baru 400 ribu kunjungan, kami merasa pesimis target 3 juta dalam setahun dapat kami capai,” katanya. (uly)







