Monday, May 18, 2026
HomeBatamPemko Batam Terbitkan Pedoman Beasiswa 2026, Sasar Siswa Berprestasi, Tidak Mampu dan...

Pemko Batam Terbitkan Pedoman Beasiswa 2026, Sasar Siswa Berprestasi, Tidak Mampu dan Hinterland

BATAMSTRAITS.COM, BATAM –  Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi menerbitkan pedoman Program Beasiswa Berprestasi, Tidak Mampu dan Hinterland Tahun 2026. Kebijakan tersebut disosialisasikan dalam kegiatan Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Crown Vista Hotel Batam, Senin (18/5/2026).

Program ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2026 tertanggal Februari 2026 sebagai bagian dari upaya Pemko Batam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kota Batam.

Kebijakan beasiswa tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 4 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam Tahun 2025-2029.

Dalam pedoman itu dijelaskan, Beasiswa Berprestasi diperuntukkan bagi siswa yang lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sementara Beasiswa Tidak Mampu diberikan kepada siswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Adapun Beasiswa Hinterland dilaksanakan melalui jalur kemitraan atau kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang dituangkan dalam Kesepakatan Bersama serta Perjanjian Kerja Sama.

BACA JUGA:   Amsakar Dukung Event Olahraga, Dorong Generasi Muda Berprestasi

Pemko Batam menetapkan tujuh perguruan tinggi negeri sebagai penerima program Beasiswa Berprestasi, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Diponegoro (Undip).

Sementara itu, untuk kategori Beasiswa Tidak Mampu, kampus yang ditetapkan adalah Politeknik Negeri Batam dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Khusus program Beasiswa Hinterland, kerja sama pendidikan dilakukan dengan Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Selain syarat jalur masuk perguruan tinggi, penerima beasiswa juga diwajibkan memilih jurusan tertentu yang telah ditetapkan pemerintah daerah melalui berita acara rapat pembahasan Peraturan Wali Kota tentang Pemberian Beasiswa di Kota Batam.

Program Beasiswa Hinterland sendiri diberikan kepada siswa lulusan dari delapan sekolah di Batam, yakni SMAN 2 Batam, SMAN 7 Batam, SMAN 13 Batam, SMAN 22 Batam, SMAN 6 Batam, SMAN 9 Batam, SMAN 10 Batam, dan SMAN 11 Batam.

Calon penerima Beasiswa Hinterland juga harus lulus perangkingan yang ditentukan pihak sekolah sebagaimana tercantum dalam berita acara Tim Seleksi sekolah. Penetapan tersebut diketahui kepala sekolah, guru bimbingan konseling, serta camat setempat.

BACA JUGA:   Dari Batam ke Jakarta, Pemenang iForte National Dance Competition Siap Harumkan Daerah

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, kebijakan beasiswa merupakan bagian dari perubahan paradigma pembangunan Batam yang tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia.

“Dari yang semula fokus kepada infrastruktur, paradigma sekarang bergeser kepada pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu pendidikan menjadi atensi serius kami,” ujar Amsakar.

Ia menilai, beasiswa sebelumnya yang hanya menyasar siswa lolos jalur undangan di tujuh universitas ternama belum sepenuhnya menjawab persoalan pemerataan pendidikan.
Menurutnya, banyak siswa yang lolos jalur prestasi berasal dari keluarga dengan fasilitas pendidikan memadai seperti komputer dan akses internet yang baik.

“Yang lolos itu rata-rata fasilitasnya lengkap. Karena itu kami berpikir tidak cukup hanya untuk tujuh universitas dan jalur undangan saja,” katanya.

Dari pertimbangan tersebut, Pemko Batam kemudian menambah dua skema baru, yakni Beasiswa Hinterland dan Beasiswa Tidak Mampu.

Amsakar menyebut, program tersebut menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat hinterland yang selama ini menghadapi persoalan keterbatasan sarana-prasarana dan kompetisi tenaga kerja.

BACA JUGA:   Kenduri Seni Melayu 2025: Merayakan Identitas Budaya Melayu di Batam

“Negara harus hadir memberikan support bagi masyarakat hinterland. Salah satu caranya adalah membuka jalan mendapatkan program beasiswa,” tegasnya.

Ia juga meminta para kepala sekolah dan siswa untuk aktif menyosialisasikan program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak peserta didik di Kota Batam. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER