Thursday, May 7, 2026
HomeBatamGebyar Melayu Pesisir 2025 Hidupkan UMKM dan Budaya Melayu di Kepri

Gebyar Melayu Pesisir 2025 Hidupkan UMKM dan Budaya Melayu di Kepri

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Ajang tahunan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 resmi digelar di One Batam Mall mulai Kamis (21/8/2025) malam. Pembukaan ini ditandai dengan pemukukan rebana, yang merupakan alat musik perkusi tradisional Melayu.

Selama empat hari, GMP menghadirkan lebih dari 100 pelaku UMKM binaan serta rangkaian acara yang memadukan pameran produk, edukasi bisnis, hiburan, hingga sportainment.

Kepala BI Perwakilan Kepri Rony Widijarto disela-sela sambutanya mengatakan bahwa GMP 2025 ini mengangkat tema ‘Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan’.

“GMP akan menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar, serta mendorong produk daerah bisa bersaing di mancanegara,” kata Rony, Kamis (21/8/2025) malam di Aula One Batam Mall.

Pihaknya juga menegaskan, GMP 2025 memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan UMKM ke pasar global.

Oleh karena itu, semua pencapaiannya terus ditingkatkan. Mengingat, UMKM di Kepri ini memiliki nilai strategis. Dimana UMKM ini mampu menyerap peningkatan tenaga kerja cukup signifikan hingga 99 persen. Namun demikian ada beragam tantangan yang harus dihadapi guna meningkatkan nilai tambahnya.

“Kami melihat salah satu yang menarik dari Kepri, dimana letaknya yang saat strategis dan memiliki nilai lebih dari daerah lainnya. Artinya sebagai gerbang perekonomian dan sebagainya dari negara lain. Tentunya ini adalah pasar yang sangat potensial untuk digarap. Disisi lain, kita mempunyai kekayaan warisan leluhur budaya yang bisa dikembangkan. Dan ini potensi yang sangat luar biasa untuk terus meningkatkan UMKM di Kepri naik kelas,” tegasnya.

Dan pada GMP 2025, BI Kepri akan terus berupaya melakukan peningkatan. Salah satunya dengan mendorong UMKM ‘nge-link’ pada produk-produk pasar global atau ekspor.

BACA JUGA:   Warga Tanjungpinggir Bertekad Jadikan Rudi-Rafiq Gubernur Kepri

“Jadi kita targetkan ada UMKM-UMKM bekualitas dan bagus yang akan mendapatkan pembiayaan dengan omzet penjualan ekspor. Dan untuk target transaksi pada GMP 2025 pun akan kita tingkatkan dari Rp10 Miliar pada tahun lalu (2024,red) menjadi Rp13 Miliar di tahun ini,” tegasnya.

Pihaknya juga menegaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kepri berada di posisi tiga besar nasional, dengan 7,14%. Momen ini pun, bagi Rony Widijarto menjadi sebuah kesempatan bagi UMKM untuk ‘unjuk-gigi’ di hadapan para pengunjung.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Adi Prihantara mengapresiasikan pelaksanaan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025.

Baginya, GMP 2025 bukan hanya memamerkan tapi lebih dari itu. Yakni mengangkat potensi-potensi ekonomi yang membawa dari sebuah konsep regional menjadi nasional dan internasional.

“Kami sangat mengapresiasikan atas kolaborasi dan kebersamaan di dalam meningkatkan kualitas, kebersamaan dan kuantitas dari UMKM yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Gebyar melayu pesisir, bukan hanya sekedar memamerkan, tapi lebih dari itu. Bagaimana kita mengangkat potensi-potensi ekonomi yang membawa dari sebuah konsep regional menjadi nasional dan internasional,” tegasnya.

Oleh sebab itu, tegasnya, pihaknya sangat berharap pelaku UKM untuk tetap bersemangat, penuh kreativitas, terus kembangkan potensi yang dimiliki untuk menjadikan Kepulauan Riau bagian dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Ini Harapan kita, UMKM lokal kita bisa naik kelas dan ‘bermain’ di pasar Internasional,” ujarnya.

Mengusung semangat memperkuat kapasitas dan memperluas pasar, GMP 2025 tidak hanya menjadi etalase produk UMKM, tetapi juga ruang kolaborasi antara pengusaha, perbankan, dan masyarakat.

BACA JUGA:   Indonesia Emas 2045 Tak Akan Lahir dari Hutan yang Gundul

“Gebyar Melayu Pesisir ini bukan sekadar pameran, tetapi bagian dari strategi memperkuat daya saing UMKM Kepri. Batam dan Kepri adalah daerah perbatasan, peluangnya besar, dan kita ingin UMKM bisa benar-benar menembus pasar Singapura dan Malaysia,” ujar Adik Afrinaldi, Ketua Panitia GMP 2025.

Berbagai agenda dipersiapkan, mulai dari fashion show, talk show tematik tentang fashion, UMKM halal, digitalisasi hingga ekspor, lomba seni budaya Melayu, hingga fun run 5K. Puncaknya, pengunjung akan dihibur penampilan musisi Pongki.

Selain sebagai wadah promosi, GMP 2025 juga menyoroti tantangan UMKM Kepri, yakni produktivitas dan kapasitas suplai.

“Permintaan ekspor ke Singapura dan Malaysia ada, tetapi pasokan kita masih terbatas. Melalui GMP, kita dorong pelatihan dan peningkatan produktivitas agar UMKM bisa memenuhi permintaan tersebut,” lanjut Adik.

GMP 2025 merupakan puncak dari rangkaian “Road to GMP” yang sebelumnya telah membekali UMKM dengan pelatihan, kurasi produk, dan inkubasi usaha. BI Kepri menargetkan perputaran transaksi mencapai miliaran rupiah sepanjang acara.

Selain itu, dalam GMP 2025 pengunjung juga disuguhi hiburan berupa lomba, penampilan seni kompang, yel-yel khas UMKM, hingga fun run 5K dengan doorprize menarik yang akan ditutup dengan penampilan musisi ternama, Pongki.

“Tercatat, tahun ini ada lebih dari 100 UMKM binaan BI Kepri ambil bagian ditambah pelaku usaha dari berbagai daerah di Kepri yang berkolaborasi bersama perbankan nasional seperti BCA dan Bank Mandiri hingga imigrasi,” tegasnya lagi.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan acara ini. “Mari datang ke One Batam Mall, saksikan fashion show, talk show, pameran, hingga fun run. Ini adalah ajang yang bukan hanya mengangkat budaya Melayu, tapi juga mendorong UMKM Kepri semakin maju,” tutupnya.

BACA JUGA:   Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bentuk Satgas Nataru

Adapun jadwal Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 :

Hari Pertama, Kamis, 21 Agustus 2025

10.00–22.00 WIB: Showcasing UMKM, Booth Layanan, Booth Interaktif, Bazaar (Atrium B & D, Outdoor Area)

11.00–21.00 WIB: Business Matching (Atrium B)

14.00–16.00 WIB: Talkshow UMKM bersama WASTRA (Atrium C)

15.00–18.00 WIB: Lomba Band (Outdoor Stage)

19.00–22.00 WIB: Opening Ceremony, Fashion Show, Artist Performance (Atrium C)

Hari Kedua, Jumat, 22 Agustus 2025

09.00–15.00 WIB: Lomba Yel-Yel (Outdoor Area)

10.00–22.00 WIB: Showcasing UMKM, Booth Layanan, Booth Interaktif, Bazaar (Atrium B & D, Outdoor Area)

10.00–21.00 WIB: Lomba Yel-Yel (Atrium A)

10.00–13.00 WIB: Lomba Paduan Suara (Atrium C)

14.00–16.00 WIB: Talkshow UMKM Halal (Atrium C)

15.00–22.00 WIB: Lomba Band (Outdoor Stage)

19.00–21.00 WIB: Talkshow Digitalisasi UMKM (Atrium C)

Hari Ketiga, Sabtu, 23 Agustus 2025

10.00–22.00 WIB: Showcasing UMKM, Booth Layanan, Booth Interaktif, Bazaar (Atrium B & D, Outdoor Area)

10.00–15.00 WIB: Lomba Mewarnai (Atrium C)

10.00–15.00 WIB: Lomba Tari Kreasi (Atrium C)

12.00–14.00 WIB: Lomba Kompang (Outdoor Stage)

15.00–16.00 WIB: Talkshow UMKM Ekspor (Atrium C)

18.00–21.00 WIB: Lomba Ranking 1 (Atrium C)

19.00–21.00 WIB: Final Lomba Band (Outdoor Stage)

Hari Keempat, Minggu, 24 Agustus 2025

06.00–10.00 WIB: Fun Run (Outdoor Stage)

10.00–22.00 WIB: Showcasing UMKM, Booth Layanan, Booth Interaktif, Bazaar (Atrium B & D, Outdoor Area)

15.00–17.00 WIB: Closing Ceremony, Artist Performance (Outdoor Stage).

(uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER