BATAMSTRAITS.COM, JOHOR – Forum Jurnalis Pariwisata Kepulauan Riau (FJP Kepri) melakukan perjalanan perdana ke Johor, Malaysia, untuk memenuhi undangan resmi Kerajaan Johor dalam rangka peluncuran Visit Johor 2026.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi FJP Kepri dalam membaca arah, keseriusan, serta strategi pariwisata negeri jiran yang menargetkan 12 juta wisatawan mancanegara pada 2026.
Rombongan FJP Kepri dipimpin langsung oleh Ketua FJP Kepri, Novianto, didampingi Direktur Eksekutif Surya Wijaya, serta Anggota Dewan Pembina FJP Kepri, Rini Elfina dari Batam TV.
Kehadiran FJP Kepri dalam peluncuran Visit Johor 2026 tidak berhenti pada agenda seremonial. Rombongan secara aktif mencermati berbagai persiapan strategis yang dilakukan Kerajaan Johor, mulai dari infrastruktur, transportasi, hingga konsep event yang dirancang ramah wisatawan.
“Kami tidak datang hanya untuk menghadiri peluncuran. Ini menjadi ruang belajar untuk melihat bagaimana Johor menyiapkan pariwisata secara serius dan terencana,” ujar Ketua FJP Kepri, Novianto.
Johor yang berstatus sebagai negara bagian dinilai memiliki posisi setara dengan Kepulauan Riau sebagai provinsi di Indonesia. Kesetaraan inilah yang membuat kunjungan FJP Kepri relevan sebagai bahan refleksi dalam pengembangan pariwisata Kepri ke depan.
FJP Kepri menyadari bahwa mengejar target 12 juta wisatawan bukan hal realistis untuk Kepulauan Riau dalam waktu dekat. Namun, semangat, konsistensi, dan perencanaan jangka panjang yang ditunjukkan Johor dinilai patut menjadi contoh.
“Kami tidak berbicara soal angka besar. Tapi bagaimana keseriusan itu dibangun bertahun-tahun, konsisten, dan tidak setengah-setengah,” kata Novianto.
Peluncuran Visit Johor 2026 disebut sebagai puncak dari kampanye dan persiapan yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir, meskipun undangan Visit Johor sendiri bukan kali pertama diterima FJP Kepri.
Salah satu catatan penting FJP Kepri adalah kebijakan Kerajaan Johor dalam menghadirkan akses transportasi yang mudah dan murah bagi wisatawan. Bahkan, sepanjang 2026, angkutan umum dalam kota digratiskan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap sektor pariwisata.
Selain itu, pembenahan dilakukan secara menyeluruh pada fasilitas destinasi. Kerajaan Johor juga menggelar berbagai event dengan konsep pesta rakyat, yang dirancang ramah wisatawan dan inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Wisatawan tidak hanya datang, tetapi dibuat nyaman, aman, dan merasa dilibatkan,” ujar Surya Wijaya, Direktur Eksekutif FJP Kepri.
FJP Kepri memberikan perhatian khusus pada sambutan singkat Menteri Besar Johor, Dato’ Onn Hafiz, yang dinilai sarat makna. Dalam pidatonya, Dato’ Onn Hafiz menegaskan bahwa seluruh destinasi, transportasi, dan fasilitas telah disiapkan untuk menjamin keamanan serta kemudahan wisatawan dari berbagai bangsa.
Dato’ Onn Hafiz juga menegaskan komitmen Kerajaan Johor untuk terus mempromosikan destinasi dan fasilitas baru sepanjang 2026, sekaligus memastikan kesiapan penuh menyambut Tahun Melawat Johor 2026.
Seluruh catatan selama kunjungan ini akan menjadi bahan diskusi FJP Kepri bersama para pemangku kepentingan industri pariwisata di Kepulauan Riau. FJP Kepri menegaskan tidak membangun mimpi muluk soal angka kunjungan.
Sebaliknya, FJP Kepri berharap Kepri memiliki destinasi yang jelas, terkonsep, dan terhubung, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk belanja dan kuliner semata.
“Yang terpenting, wisatawan tahu ke mana harus pergi dan apa yang bisa mereka alami di Kepri,” kata Novianto. (uly)






