BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Maraknya penemuan dan penangkapan kasus narkoba dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menuai respons serius dari Anggota DPRD Kota Batam, Anwar Anas.
Ia menyebut situasi ini sebagai “alarm sosial” yang harus segera ditangani secara terkoordinasi dan menyeluruh.
“Peredaran narkoba di wilayah kita sudah sangat mengkhawatirkan. Jangan sampai kita menjadi kebal dan menganggap ini biasa. Ini sudah darurat,” kata Anwar, Selasa (27/5/2025).
Pernyataan ini muncul tak lama setelah Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,94 kilogram sabu yang dibawa oleh tiga kurir berbeda di Bandara Hang Nadim pada pertengahan Mei.
Sebelumnya, pengungkapan besar juga dilakukan Polda Kepri dan Bea Cukai pada akhir Maret, dengan total tangkapan 93,3 kilogram sabu dari perairan Bintan.
Menurut Anwar, posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga membuat wilayah ini sangat rawan menjadi jalur masuk narkotika jaringan internasional.
Ia mendesak adanya pengawasan yang lebih ketat di titik-titik rawan, seperti pelabuhan kecil dan jalur laut tidak resmi.
“Pengawasan di pelabuhan tikus harus diperketat, dan sinergi antara aparat seperti Polri, BNN, Bea Cukai, dan TNI harus ditingkatkan. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” tegasny
Namun, politisi dari Fraksi Gerindra itu menekankan bahwa penindakan saja tidak cukup. Ia menyerukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk edukasi dan pencegahan berbasis komunitas.
“Kita perlu gerakan bersama. Masyarakat harus diberdayakan. Mulai dari sekolah, masjid, gereja, hingga rumah tangga—semua harus dilibatkan dalam perang melawan narkoba,” ujarnya.
Anwar juga mengapresiasi langkah aparat yang rutin melakukan razia di lembaga pemasyarakatan, seperti razia gabungan di Rutan Batam pada 15 Mei lalu yang bertujuan mencegah peredaran narkoba dari balik jeruji.
“Narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan Batam dan Kepri. Kita harus bertindak sekarang, atau bersiap menghadapi generasi yang hancur karena kita lalai,” katanya. (uly)







