Monday, July 15, 2024
HomeBatamSerikat Pekerja Minta Cabut Aturan Omnibuslaw dan Permudah PHK

Serikat Pekerja Minta Cabut Aturan Omnibuslaw dan Permudah PHK

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sejumlah serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam, Senin (8/7/2024). Dalam aksinya mereka semangat menyampaikan aspirasinya walau kondisi hujan deras.

Adapun tuntutan yang disampaikan pertama perihal Outsorching. Sistem Outsourching ini adalah sistem yang menyulitkan para pekerja.

Tuntutan kedua, perusahaan tidak memberlakukan kontrak kerja secara berulang-ulang yang diatur dalam UU Omnimbus Law.

Tuntutan ketiga naikkan Upah Minimum Kota 2025 sebesar 15 persen. Keempat tolak kenaikan harga sembako, tolak kenaikkan BBM dan kenaikan tarif listrik.

“Hari ini adalah terakhir sidang uji materi omnibuslaw uu cipta kerja oleh MK. Dan akan hadir sebagai saksi ahli dari pemohon adalah Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Pagi ini, kaum buruh kembali turun ke jalan. Bukan untuk sok gagah-gagahan. Kami hadir untuk menyuarakan ketidakadilan yang telah lama terabaikan,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kota Batam, Yafet Ramon

Ia melanjutkan setiap langkah adalah bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

BACA JUGA:   Penangkapan Saipul Jamil Berjalan Dramatis, Kesaksian Warga: Ada Suara Tembakan dan Teriak Minta Tolong

“Setiap kata yang diucapkan membawa suara mereka yang terpinggirkan, yang hak-haknya dirampas, yang tak mampu menyuarakan keluh kesahnya. Perjuangan ini bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk mereka yang tidak bersuara. Kelas pekerja menghendaki dunia yang adil, dunia tanpa penindasan,” katanya.

Pantauan di lokasi, mereka membawa atribut bendera serikat, umbul-umbul dan baliho yag bertuliskan tuntutannya. Aksi mereka diawali dengan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu mars Serikat Pekerja. (uly)

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER