Monday, July 15, 2024
HomeNasionalYayasan SMK Ungkap Kondisi Bus Kecelakaan Subang: Ban Botak, AC Rusak

Yayasan SMK Ungkap Kondisi Bus Kecelakaan Subang: Ban Botak, AC Rusak

BATAMSTRAITS.COM, Jakarta — Pembina Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) SMK Lingga Kencana Depok Muwardhi mengaku sempat mendengar keluhan soal kondisi bus yang dipakai rombongan dan mengalami kecelakaan maut di Ciater, Subang, Jawa Barat.

“Kalau dari orang tua saya enggak mendengar (keluhan). Tapi kebetulan ada cucu saya, dia sahabat dari peserta yang perpisahan itu. Dia melihat, “Aduh saya dapat mobil yang sedikit beda”, ternyata terjadi hal itu,” ujar Muwardhi kepada wartawan, Minggu (12/5).

Hal berbeda yang dimaksud itu adalah kondisi ban yang terlihat sudah kurang bagus dan AC yang tidak berfungsi alias rusak.

“AC enggak hidup, ban sudah botak-botak,” kata dia.

Selain itu, Muwardhi juga sempat mendengar bahwa bus nomor 1 itu mogok di tengah perjalanan. Hal itu yang membuat posisi mobil nomor 1 ini tertinggal dari rombongannya.

Adapun bus itu kemudian diperbaiki dan kembali melanjutkan perjalanan.

“Sebelum kejadian itu sempat mogok. Kemudian diperbaiki teknisinya dan jalan lagi, sehingga mobil yang bertiga itu, mereka yang terakhir,” ucap dia.

BACA JUGA:   Gibran Belanja, Minta Selvi Ananda Pilihkan Baju: Opo Jare Bojoo

Muwardi mengakui bahwa kondisi salah satu bus rombongan memiliki kondisi yang kurang bagus dibanding dua bus lainnya.

“Ternyata dibandingkan yang satu ini, yang dua itu (bus lain) lebih baik,” kata dia.

Ia menyebut pihak sekolah tidak menggunakan PO bus tersebut setiap tahunnya. Bahkan, kata dia, acara perpisahan tahun lalu digelar bukan di luar kota.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan dugaan penyebab kecelakaan bus rombongan pelajar SMK Lingga Kencana. Kecelakaan bus tersebut diduga terjadi karena masalah rem pada bus tersebut.

“Kecelakaan tersebut diduga karena rem blong pada bus,” kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aznal dalam keterangan di Jakarta, Sabtu malam, dikutip dari Antara.

Aznal mengatakan bus yang mengalami kecelakaan tersebut tidak memiliki izin angkutan.

“Adapun pada aplikasi Mitra Darat, bus tersebut tercatat tidak memiliki izin angkutan,” terang Aznal dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (11/5) malam.

Aznal mengatakan hasil pengecekan pada aplikasi Mitra Darat, status lulus uji berkala dari Bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD 7524 OG yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat tersebut, telah kedaluwarsa.

BACA JUGA:   Jago Debat, Sang Putri Bocorkan Gaya Berdiskusi Anies Baswedan ke Keluarga

“Dan status lulus uji berkala telah kadaluwarsa sejak 6 Desember 2023,” kata Aznal.

Kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana terjadi di Jalan Raya Kampung Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5) malam. Para korban tewas ialah 9 orang siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, 1 orang guru dan 1 orang warga sekitar kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Subang Maxi menyampaikan total korban, termasuk yang luka, dalam kejadian itu adalah 60 orang.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Subang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan, Minggu (12/5) pagi.

SUMBER: CNNIndonesia.COM

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER