Tuesday, July 23, 2024
HomeOlahragaMalaysia dan Indonesia dalam Perebutan Pemain Naturalisasi: Suara Kritis dari Media Vietnam

Malaysia dan Indonesia dalam Perebutan Pemain Naturalisasi: Suara Kritis dari Media Vietnam

BATAMSTRAITS.COM – Media Vietnam menyoroti upaya Malaysia dan Indonesia dalam merekrut pemain naturalisasi untuk memperkuat timnas sepak bola mereka. Meskipun keduanya aktif di ranah ini, media Vietnam memberikan perhatian khusus pada intensitas berita yang muncul terkait langkah-langkah PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dalam menaturalisasi pemain.

Menurut laporan dari Soha, Malaysia dinilai lebih tegas namun rendah profil dalam menangani pemain naturalisasi. Dalam artikel berjudul “Malaysia Menaturalisasi Sederet Bintang Kolombia, Spanyol, dan Brasil untuk Piala Asia 2023,” media tersebut menyebutkan bahwa Malaysia tidak membuat kebisingan seperti yang terjadi di Indonesia.

Pada artikel tersebut, disebutkan bahwa Malaysia telah memanggil delapan pemain asing yang tidak memiliki darah Malaysia untuk putaran final Piala Asia 2023. Salah satu pemain yang disebutkan adalah Romel Morales, yang telah memenuhi syarat pindah warga negara setelah tinggal di Malaysia selama lima tahun. Malaysia dikatakan lebih terbuka terkait mekanisme naturalisasi, dengan kriteria utama adalah pemain tinggal di negara tersebut selama 5 tahun dan memiliki keinginan untuk dinaturalisasi.

BACA JUGA:   Ini Sosok Enjang Hasan Kurnia yang Diduga Polisi Selingkuhan Melly Goeslaw

Soha juga mencatat pemain-pemain lain yang telah di-naturalisasi oleh Malaysia, termasuk Ezequiel Aguero, Lee Tuck, Paulo Josue, Natxo Insa, dan Mohamadou Sumareh. Dalam konteks ini, Vietnam mengamati bahwa Malaysia tidak hanya memanggil lebih banyak pemain asing (delapan dibandingkan dengan tujuh pemain yang dipanggil Indonesia), tetapi juga memiliki pendekatan naturalisasi yang lebih inklusif.

Sebagai catatan, perbandingan antara Malaysia dan Indonesia dalam hal naturalisasi pemain menjadi sorotan kritis dari perspektif media Vietnam, menyoroti perbedaan dalam pendekatan dan pengumuman yang dilakukan oleh kedua negara tetangga tersebut.

sumber: cnnindonesia.com

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER