Saturday, July 13, 2024
HomeInternasionalKenapa Hak Veto Hanya Dimiliki 5 Anggota Tetap DK PBB?

Kenapa Hak Veto Hanya Dimiliki 5 Anggota Tetap DK PBB?

BATAMSTRAITS.COM, Jakarta, — Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) kembali menjadi sorotan usai menunda gelaran pemungutan suara atau voting resolusi soal gencatan senjata di Gaza.

DK PBB seharusnya voting pada Senin (18/12). Namun mereka menundanya, sejauh ini tak ada informasi yang jelas terkait alasan penundaan tersebut.

Sejumlah sumber mengatakan penundaan diperkirakan terjadi karena perundingan terus berlanjut mengenai teks draf dokumen rancangan resolusi.

Terlepas dari itu, selama lebih dari sebulan Israel melancarkan agresi DK PBB panen kritik karena dianggap tak becus menjalankan tugasnya.

Sepanjang agresi, DK PBB hanya mengeluarkan satu resolusi saat unit dipimpin China. Pembahasan resolusi bukan tak digelar, tetapi saat hendak dikeluarkan, beberapa anggota unit ini saling veto.

Hak veto dalam PBB merupakan hak yang bisa dipakai anggota tetap untuk membatalkan keputusan, ketetapan, atau rancangan peraturan.

Resolusi baru bisa dikeluarkan jika mendapat persetujuan dari sembilan anggota non-tetap dan tak ada veto dari anggota tetap DK PBB.

BACA JUGA:   Indonesia Kutuk Serangan Rudal Israel Terhadap RS Indonesia di Gaza

Lima anggota tetap DK PBB yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.

Lalu, kenapa hak veto hanya dimiliki DK PBB?

Hak veto dimiliki kelima negara itu untuk memberi kekuatan dan karena mereka pemenang Perang Dunia II.

Menurut piagam PBB, kelima negara akan terus memainkan peran dalam pemeliharaan dan keamanan internasional. Peran besar ini menempel karena mereka yang dianggap menggagas organisasi tersebut.

“Mereka diberikan status khusus sebagai Negara Anggota Tetap di Dewan Keamanan, bersama dengan hak suara khusus yang dikenal sebagai ‘hak untuk memveto’,” demikian rilis resmi PBB.

Menurut rilis resmi PBB, sepanjang mendapat hak veto, AS menggunakan keistimewaan sebanyak 84 kali sejak 1946.

China menggunakan hak veto mereka sebanyak 18 kali, dan Rusia telah memveto sebanyak 124 kali.

Sementara itu, Inggris menggunakan hak veto sebanyak 29 kali dan Prancis sebanyak 16 kali.

Para perancang Piagam PBB itu menyepakati jika salah satu anggota tetap DK PBB memberi suara maka resolusi atau keputusan tersebut tak akan disetujui.

BACA JUGA:   Hamas Masih Terbuka Gencatan Senjata dengan Israel untuk Ramadan

Selain punya hak veto, mereka juga bisa memiliki abstain jika tak sepenuhnya setuju dengan suatu resolusi.

sumber: CNNIndonesia.com

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER