Monday, July 15, 2024
HomeBintanProgram Bantuan Pasang Baru Listrik, 22 Kepala Keluarga di Desa Panglong Sudah...

Program Bantuan Pasang Baru Listrik, 22 Kepala Keluarga di Desa Panglong Sudah Nikmati Listrik 24 Jam

BATAMSTRAITS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia terus menggesa Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Provinsi Kepulauan Riau, dengan fokus pada Kabupaten Bintan, khususnya Desa Panglong, Berakit. Seperti hari ini, Minggu, 19 November 2023, sebanyak 22 kepala keluarga (KK) di Desa Panglong kini menikmati listrik selama 24 jam, hasil dari kerjasama antara Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero).

Acara peresmian dan penyalaan pertama ini dihadiri oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, Bupati Kabupaten Bintan Roby Kurniawan, Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur, serta perwakilan dari PT. PLN (Persero). Keseriusan pemerintah dalam menyediakan akses listrik yang merata dan berkualitas untuk seluruh warga terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh penting pada acara ini.

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari Ansar bersama Bupati Kabupaten Bintan Roby Kurniawan ikut secara langsung meresmikan serta penyalaan pertama terhadap masyarakat penerima manfaat BPBL tersebut.

Hadir secara khusus pada acara ini Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur, Koordinator Perencanaan Distribusi Tenaga Listrik Hadi Purnomo, Kepada Dinas ESDM Kepri Muhammad Darwin, Staf Ahli Direktur Retail PT. PLN (Persero) Rasyid Nadja dan Senior Manager Niaga, Manajemen Pelanggan PT. PLN (Persero) Hendri Firdaus dan perwakilan dari masyarakat setempat.

BACA JUGA:   Jokowi Tunjuk Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai Calon Tunggal Panglima TNI

Dengan kehadiran beberapa orang penting dalam peresmian program BPBL ini menunjukan keseriusan dan menandakan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan bahwa listrik menjadi hak yang dapat diakses oleh semua warga, tanpa memandang lokasi atau kondisi ekonomi.

Dalam sambutannya, Dewi Ansar menyampaikan bahwa program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Provinsi Kepri khususnya di Kabupaten Bintan ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi ketidaksetaraan akses listrik di berbagai wilayah. Ia mengatakan melalui program ini, setidaknya ribuan rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik akan menerima bantuan pemasangan listrik

Kemudian, program BPBL tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menyediakan bimbingan teknis dan pendampingan untuk memastikan instalasi listrik yang aman dan efisien. Yang diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka peluang baru dalam berbagai sektor.

Selain itu, peresmian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan mendukung penggunaan listrik bersih. Karena program ini memprioritaskan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan sebagai bagian dari langkah-langkah menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan.

“Untuk itu, saya mengundang seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk mendukung dan berpartisipasi dalam kesuksesan Program Bantuan Pasang Baru Listrik ini, karena bersama-sama kita mewujudkan masa depan Kepri yang lebih terang dan berdaya,” harapnya.

BACA JUGA:   Pemilih di Malaysia Tak Masuk DPT Disebut Untungkan Salah Satu Paslon, KPU: Bagaimana Mengakumulasinya?

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bintan Roby Kurniawan mengucapkan terimakasih atas program bantuan ini sehingga masyarakat tidak mampu di Kabupaten Bintan bisa menikmati layanan pemasangan listrik secara gratis.

Roby Kurniawan juga menyampaikan saat ini listrik sangat dibutuhkan pada era digitalisasi karena setiap gerak kebutuhan didasarkan pada listrik baik itu Perkantoran, Pabrik, Perhotelan, dan Industri Rumah Tangga maupun pemakaian kebutuhan rumah tangga semua didasarkan kepada Listrik.

“Untuk itu, Dengan adanya listrik, diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan secara keseluruhan di wilayah Bintan,” harapnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur juga mengatakan adanya listrik sangat bermanfaat bagi warga. Namun, karena faktor ekonomi, masih banyak yang membutuhkan bantuan untuk membayar biaya penyambungan.

“Mayoritas kegiatan masyarakat saat ini bergantung pada ketersediaan listrik baik untuk kebutuhan pendidikan, sosial maupun usaha di berbagai bidang. Semoga program ini kedepannya bisa dilakukan secara berkelanjutan dan semakin banyak penerima manfaatnya,” imbuhnya.

Terakhir, Staf Ahli Direktur Retail PT. PLN (Persero) Rasyid Nadja menyampaikan bahwa program BPBL merupakan upaya pemerintah menghadirkan listrik kepada seluruh masyarakat. Sebab, listrik merupakan kebutuhan dasar seluruh masyarakat.

“Salah satu upaya pemerintah dalam memberikan akses listrik kepada masyarakat adalah melalui program BPBL. Kementerian ESDM menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang baik dari Komisi VII DPR RI, pemerintah kabupaten Bintan dan PLN,” jelasnya.

BACA JUGA:   20 Kafilah Terbaik Wakili Kepri Ikut STQH Nasional di Jambi, Gubernur Ansar: Semoga Raih Prestasi

Rasyid Nadja juga menyatakan kedepannya PLN akan terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak mampu, salah satunya dengan pemerataan akses dan percepatan penyediaan listrik. Karena itu, PLN akan mendukung tercapainya target rasio elektrifikasi sebesar 100 persen pada 2024.

“PLN Bersama dengan mitra kerja akan bergandengan tangan, bersinergi, berkolaborasi dan melangkah bersama melaksanakan tugas mulia dari Kementerian ESDM yakni program BPBL,” tuturnya.

Rasyid Nadja juga menyampaikan komitmen PLN untuk menyukseskan program BPBL. Dengan demikian, program ini sejalan dengan komitmen PLN untuk terus menerangi hingga ke seluruh penjuru Kepulauan Riau.

Provinsi Kepri sendiri akan ada 2300 warga yang akan menerima Program BPBL di Tahun 2023. Kabupaten Karimun sebanyak 1357 warga penerimaan BPBL, Kabupaten Lingga sebanyak 458 warga penerimaan BPBL, Kota Batam sebanyak 393 warga penerimaan BPBL dan Kabupaten sebanyak 91 warga penerima BPBL.

Direncanakan juga Komisi VII DPR RI menyetujui alokasi APBN tahun 2025 untuk Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga miskin belum berlistrik Sebanyak 125.000 Rumah Tangga yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.(*)

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER